Selasa, 31 Desember 2019

Pengertian pupuk organik dan jenis - jenis pupuk organik


 Pupuk organik

Pupuk organik berasal dari sisa-sisa tanaman, hewan, manusia. Adapun jenis pupuk organik antara lain sebagai berikut :
·         Pupuk kandang, berasal dari kotoran padat dan cair dari hewan ternak
·         Pupuk hijau, berasal dari tanaman atau bagian-bagian tanaman muda dari jenis tanaman tertentu yang dibenamkan ke dalam tanah dengan maksud untuk menambah bahan organik (humus) dan unsur hara tanaman, terutama nitrogen.
·         Kompos, pupuk yang dibuat dengan cara melapukan bahan-bahan organik sisa panen dan sampah dari tanaman yang dicampur pupuk kandang, pupuk fosfat, dan sebagainya sesuai kebutuhan sehingga mengalami pematangan dan menjadi bahan yang mempunyai perbandingan C/N rendah.

2

Pengertian pemupukan, pupuk organik dan pupuk anorganik


Pemupukan

Pemupukan merupakan penambahan unsur hara yang diberikan ke dalam tanah atau di semprotkan pada tanaman dengan maksud memperbaiki pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Jenis unsur hara yang diberikan bermacam-macam, misalnya pupuk kandang, pupuk hijau, kompos, abu tanaman, bungkil, pupuk buatan pabrik dan sebagainya. Secara umum, pupuk yang dibutuhkan tanaman dapat dibedakan atau digolongkan menjadi dua, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik.
1.)    Pupuk organik
Pupuk organik berasal dari sisa-sisa tanaman, hewan, manusia. Adapun jenis pupuk organik antara lain sebagai berikut :
·         Pupuk kandang, berasal dari kotoran padat dan cair dari hewan ternak
·         Pupuk hijau, berasal dari tanaman atau bagian-bagian tanaman muda dari jenis tanaman tertentu yang dibenamkan ke dalam tanah dengan maksud untuk menambah bahan organik (humus) dan unsur hara tanaman, terutama nitrogen.
·         Kompos, pupuk yang dibuat dengan cara melapukan bahan-bahan organik sisa panen dan sampah dari tanaman yang dicampur pupuk kandang, pupuk fosfat, dan sebagainya sesuai kebutuhan sehingga mengalami pematangan dan menjadi bahan yang mempunyai perbandingan C/N rendah.

2.)    Pupuk anorganik
Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat di pabrik. Pupuk anorganik digolongkan menjadi beberapa kelompok berikut :

o   Pupuk tunggal, di antaranya :
·         Pupuk nitrogen
·         Pupuk fosfat, dan
·         Pupuk kalium
o   Pupuk majemuk, di antaranya :
·         Pupuk yang mengandung N dan P
·         Pupuk yang mengandung N dan K
·         Pupuk yang mengandung P dan K, serta
·         Pupuk yang mengandung N, P , dan K
o   Pupuk campuran, terdiri dari beberapa jenis pupuk tunggal yang dicampur oleh fisik saja
o   Pupuk daun, jenis daun yang diberikan tanaman dengan jalan menyemprotkan ke daun tanaman. Pupuk ini biasanya dibedakan untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif.



Sifat - sifat pada sayuran


SIFAT SAYURAN

Sayuran mempunyai sifat yang mudah rusak. Sifat ini menyebabkan munculnya ketergantungan yang tinggi antara konsumen dan pasar, dan juga antara pasar dan produsen. Selain itu, terdapat sifat-sifat lain yang perlu diketahui pengusaha yaitu sebagai berikut :
1.       Tidak tergantung musim
Sayuran dibedakan menjadi tanaman sayuran semusim dan tahunan. Produk sayuran tersebut dapat  setiap hari kita peroleh meskipun terdapat beberapa jenis sayuran tahunan yang pada saat-saat tertentu jumlahnya sedikit dan harganya mahal. Oleh karena tidak tergantung musim, sayuran dapat dibudidayakan kapan saja asal syarat tumbuhnya terpenuhi

2.       Mempunyai resiko tinggi
Umumnya, produk sayuran bersifat mudah busuk sehingga umur tampilannya pendek. Seiring dengan berjalannya waktu, harganya pun semakin turun sampai akhirnya tidak bernilai sama sekali. Ada juga komoditas sayuran yang tahan lama, yaitu dari jenis sayuran umbi kentang. Namun, dalam penanganannya, jenis ini tetap beresiko tinggi sehingga menjadi cacat / rusak akibat perlakuan fisik, terutama bila jarak dari kebun ke pasar atau ke konsumen cukup jauh.
Oleh karena sifatnya mudah busuk / rusak dan umur tampilannya pendek maka letak lokasi usaha dari produsen ke konsumen sebaiknya lebih dekat. Selain menjaga mutu, kedekatan lokasi juga dapat menghemat biaya pengiriman.

3.       Perputaran modalnya cepat
Walaupun beresiko tinggi, perputaran modal usaha sayuran cukup cepat. Hal ini terkait dengan umur tanaman untuk produksi yang singkat dan adanya permintaan pasar yang tidak pernah berhenti karena setiap hari orang membutuhkan sayuran.

Pengertian pasca panen dan tujuan pasca panen


Pasca panen
Pasca panen merupakan kegiatan yang dilakukan setelah pemanenan dilakukan. Adapun tujuan penanganan pasca panen ini antara lain :
1.)    Agar sayuran yang telah dipanen tetap baik mutunya atau tetap segar ketika dipetik
2.)    Agar sayuran menjadi lebih menarik (warna, rasa, atau aroma)
3.)    Agar sayuran dapat memenuhi standarperdagangan
4.)    Agar mutu sayuran selalu terjamin untuk dijadikan bahan baku bagi para konsumen industri yang memerlukannya, serta
5.)    Agar hasil sayuran lebih awet dan sewaktu-waktu bisa digunakan atau dipasarkan dengan kualitas yang tetap terjamin.
Agar semua tujuan tersebut bisa tercapai, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan. Hal tersebut dilakukan pada saat  pembersihan, sortasi, pengemasan, pengangkutan, dan pengolahan hasil.

Sabtu, 02 Februari 2019

GAMBAR SISTEM INTEGUMEN

GAMBAR SISTEM INTEGUMEN





GAMBAR SISTEM KEKEBALAN TUBUH

GAMBAR SISTEM KEKEBALAN TUBUH





GAMBAR SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

GAMBAR SISTEM PENCERNAAN MANUSIA




GAMBAR SISTEM EKSRESI MANUSIA

GAMBAR SISTEM EKSRESI\


Hasil gambar untuk SISTEM PERNAPASAN MANUSIA

GAMBAR SISTEM PERNAPASAN MANUSIA

GAMBAR SISTEM PERNAPASAN MANUSIA




ALAT PELINDUNG DIRI (K3)


 Alat pelindung diri
Adalah perlengkapan wajib yang digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan resiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiridan orang di sekelilingnya.
Adapun bentuk peralatan dari alat pelindung:
1. Safety helmet
Berfungsi: sebagai pelindung kepala dari benda-benda yang dapat melukai kepala.
2. Safety belt
Berfungsi: sebagai alat pengaman ketika menggunakan alat trasportasi.
3. Penutup telinga
Berfungsi: sebagai penutu telinga ketika bekerja di tempat yang bising.
4. Kaca mata pengamanan
Berfungsi: sebagai pengamanan mata ketika bekerja dari percikan.
5. Pelindung wajah
Berfungsi: sebagai pelindung wajah ketika bekerja.
6. Masker
Berfungsi: sebagai penyaring udara yang dihisap di tempat yang kualitas udaranya kurang bagus.

20 ALAT-ALAT PENYIMPANAN DAN PROCESSING PERTANIAN


Alat-Alat Penyimpanan dan Processing pertanian


                    1.  Mesin pemanen kacang tanah  = untuk memanen kacang tanah
  1. Mesin pemanen wortel = untuk memanen wortel
  2. Mesin pemetik kapas = untuk memanen kapas
  3. Mesin chaser bir = untuk memetik gandum
  4. Mesin pemanen kentang = untuk memanen kentang
  5. Mesin pemanen tebu = untuk memanen tebu
  6. Cangkul = untuk menggali atau meratakan tanah
  7. Mesin reaper = untuk memotong padi dengan cara cepat
  8. Ani-ani = untuk memotong tangkai bstsng padi
  9. Mesin pengupas kopi = untuk mengupas kopi kering
  10. Sabit = untuk membabat dan membuang rumput
  11. Garu = untuk membajak sawah dan ladang berpasir
  12. Gosrok = untuk menggemburkan tanah dan membasmi rumput
  13. Alat gepyor = untuk merontokan padi
  14. Mesin pengering = untuk menurunkan kadar air gabah
  15. Luku = meratakan tanah setelah di garu
  16. Meteran = untuk mengukur jarak antar tanaman
  17. Power thresher = untuk merontokan padi
  18. Karung = untuk menaruh pupuk
  19. Tali = untuk menandakan antar tanaman



20 ALAT-ALAT MESIN LABORATORIUM PERTANIAN


Alat-alat mesin laboratorium pertanian


1. Erlenmeyer = untuk Tempat membuat larutan.

2. Labu destilasi = Untuk destilasi larutan.

3. Gelas beaker = Tempat untuk menyimpan dan membuat larutan.

4.Corong gelas = untuk memasukan atau memindah larutan dari satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas.

5. Corong bucher = Menyaring larutan dengan dengan bantuan pompa vakum.

6. Buret = Digunakan untuk titrasi, dan juga keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukur volume suatu larutan.

7. Corong Pisah = Untuk memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena adanya perbedaan massa jenis.

8. Labu ukur leher panjang = Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi.

9. Gelas ukur = Untuk mengukur volume larutan.

10. Kondensor = Untuk destilasi larutan.

11. Filler (karet pengisap) = Untuk menghisap larutan yang akan dari botol larutan.

12. Pipet Ukur = Untuk mengukur volume larutan

13. Pipet volume atau pipet gondok =  untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung.

14. Pipet Tetes = Untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil.

15. Pengaduk = Untuk mengocok atau mengaduk suatu baik akan direaksikan mapun ketika reaksi sementara berlangsung.

16. Tabung reaksi = Untuk mereaksikan dua atau lebih zat.

17. Spatula = Untuk mengambil bahan-bahan kimia dalam bentuk padatan

18. Kawat Nikrom = untuk uji nyala dari beberapa zat.

19. Pipa kapiler atau kaca kapiler = Untuk mengalirkan  gas ke tempat tertentu.

20. Desikator = Untuk menyimpan bahan-bahan yang harus bebas air dan mengeringkan zat-zat dalam laboratorium

BAGIAN-BAGIAN MATA & FUNGSINYA


BAGIAN-BAGIAN MATA

Berikut adalah bagian-bagian mata beserta fungsinya :
1.       Korena atau Selaput Tanduk
Berfungsi sebagai pelindung lensa mata dan pembias cahaya yang masuk ke dalam mata.

2.       Iris
Berfungsi sebagai  mengatur besar kecil nya pupil.

3.       Pupil
Berfungsi sebagai mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata.

4.       Lensa Mata berbentuk lensa cembung
Berfungsi sebagai membentuk bayangan bersifat nyata, diperkecil, dan terbalik.

5.       Retina atau Selaput Jala
Berfungsi sebagai menangkap bayangan setiap benda yang dilihat oleh mata.